Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Ketika Marah Justru Mendekatkan

WORLDNETTIME.COM - Marah tidak selalu merusak hubungan. Jika disampaikan dengan cara yang tepat (healthy conflict), kemarahan wanita justru bisa menunjukkan kedewasaan, kejujuran, dan rasa sayang hal yang membuat pria semakin segan, menghargai, dan merasa makin dekat (lengket).               

Paradoks Konflik dalam Hubungan: Bukan Amarah yang Membuat “Lengket”, tetapi Cara Dua Orang Mengelola Luka.

 Ada sebuah paradoks dalam hubungan romantis yang sering luput dibaca secara sederhana.

Orang mengira hubungan sehat adalah hubungan yang jarang bertengkar.

Padahal, penelitian mengenai relasi pasangan menunjukkan persoalannya bukan sekadar ada atau tidak adanya konflik, melainkan bagaimana konflik berlangsung, bagaimana pasangan merespons, dan apakah kerusakan emosional setelah konflik dapat diperbaiki.

Bahkan, penelitian John Gottman dan koleganya menunjukkan bahwa sebagian besar persoalan pasangan—sekitar 69 persen dalam penelitian mereka—merupakan persoalan berulang yang tidak benar-benar “selesai”, antara lain karena perbedaan kepribadian atau kebutuhan. Artinya, hubungan yang matang bukan hubungan tanpa masalah, tetapi hubungan yang memiliki mekanisme untuk menghadapi masalah yang terus muncul.

Maka pertanyaan jurnalistiknya berubah:

Apakah perempuan yang marah selalu sedang menghancurkan hubungan?

Belum tentu.

Pertanyaan yang lebih tepat:

Apa yang sebenarnya dikomunikasikan melalui kemarahan tersebut?

Posting Komentar

0 Komentar