![]() |
| Netti, jurnalis senior saat berkegiatan di Subdit III Tipidkor |
WORLDNETTIME.COM - Ada saatnya aku berhenti memaksakan seseorang untuk berubah. Bukan karena aku menyerah, tetapi karena aku mulai memahami bahwa manusia hanya akan berubah ketika ia sendiri menyadari bahwa perubahan itu diperlukan.
Maka, aku memilih untuk menjaga apa yang masih berada dalam kendaliku: sikapku, batasanku, dan keputusan yang akan kuambil.
1. Aku berhenti memaksakan perubahan.
Aku tidak bisa mengubah seseorang yang tidak ingin berubah. Aku hanya bisa memilih bagaimana aku merespons, apa yang akan kuterima, dan kapan aku harus berkata cukup.
2. Aku membuat batasan yang jelas.
Batasan bukan bentuk perlawanan. Batasan adalah cara mengatakan bahwa aku juga pantas dihargai. Ada hal yang bisa aku pahami, tetapi ada pula perlakuan yang tidak boleh terus-menerus dinormalisasi.
3. Aku tidak menjadikan perilakunya sebagai ukuran harga diriku.
Jika seseorang gagal menghargai aku, itu tidak otomatis membuat nilai diriku berkurang. Nilai diriku tidak ditentukan oleh bagaimana orang lain memperlakukanku.
4. Aku membangun kembali kehidupanku sendiri.
Aku tetap memiliki teman, pekerjaan, aktivitas, hobi, impian, dan ruang untuk diriku sendiri. Aku tidak ingin seluruh hidupku hanya berputar pada luka dan persoalan hubungan.
5. Aku mencari tempat untuk bercerita.
Tidak semua beban harus kupikul sendirian. Berbicara dengan orang yang dapat dipercaya, keluarga, sahabat, atau tenaga profesional bukan tanda kelemahan. Terkadang, kita hanya membutuhkan seseorang untuk membantu melihat sesuatu dengan lebih jernih.
Dan akhirnya aku mengerti:
Bertahan tidak selalu berarti harus kehilangan diri sendiri.
Jika hari ini aku belum mampu pergi, bukan berarti aku harus ikut hancur di dalam hubungan itu.
Aku boleh mencintai seseorang tanpa kehilangan diriku.
Aku boleh memahami seseorang tanpa membenarkan semua perilakunya.
Aku boleh memberi kesempatan tanpa mengorbankan harga diriku.
Dan aku berhak mempersiapkan diri untuk mengambil keputusan ketika waktunya tiba.
Sebab menjaga hati bukan hanya tentang mempertahankan perasaan kepada seseorang.
Menjaga hati juga berarti menjaga diriku sendiri.
Aku tidak harus terburu-buru.
Aku hanya perlu tetap sadar.
Jaga hati.
Jaga batasan.
Jaga dirimu.
Dan jangan pernah kehilangan dirimu hanya demi mempertahankan seseorang.
.jpg)
0 Komentar